Sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk membentuk karakter. Hal inilah yang menjadi perhatian utama di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang melalui penerapan Budaya Humanis dalam setiap aktivitas, baik di dalam kelas maupun dalam kegiatan sehari-hari.
Salah satu implementasi nyata dapat terlihat dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Melalui kegiatan sederhana seperti baris-berbaris sebelum olahraga dan kebiasaan menyimpan botol minum dengan rapi, siswa diajak untuk membangun sikap disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Baris-Berbaris: Melatih Disiplin dan Kebersamaan
Sebelum memulai kegiatan olahraga, siswa dibiasakan untuk berbaris dengan tertib. Kegiatan ini bukan sekadar pengaturan formasi, melainkan sarana pembelajaran karakter. Melalui baris-berbaris, siswa belajar untuk hadir tepat waktu sebagai bentuk disiplin. Mereka juga dilatih untuk menjaga posisi, mengikuti instruksi guru dengan baik, serta bergerak secara serempak. Dari proses ini, tumbuh rasa tanggung jawab dan kekompakan.
Selain itu, sikap tertib dan rapi dalam barisan mencerminkan penghormatan terhadap guru dan teman. Dengan pembiasaan yang konsisten, kegiatan ini menjadi langkah sederhana namun bermakna dalam menanamkan nilai disiplin dan sikap saling menghargai.

Menyimpan Botol dengan Rapi: Membentuk Kepedulian Lingkungan
Kebiasaan baik lainnya terlihat saat siswa menyimpan botol minum pada tempat yang telah disediakan sebelum kegiatan olahraga dimulai. Melalui tindakan sederhana ini, siswa belajar menjaga kebersihan area sekolah agar tetap nyaman digunakan bersama.
Selain itu, kegiatan ini melatih keteraturan dalam mengelola barang pribadi serta menumbuhkan kesadaran bahwa lingkungan yang bersih merupakan tanggung jawab bersama. Sikap ini juga mencerminkan penghargaan terhadap fasilitas yang telah disediakan oleh sekolah.
Budaya Humanis dalam Keseharian Sekolah
Penerapan Budaya Humanis di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang tidak hanya terbatas pada kegiatan PJOK, tetapi menjadi bagian dari keseharian siswa. Berbagai pembiasaan positif terus dilakukan secara konsisten, di antaranya:
- Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) sebagai wujud sikap ramah dalam berinteraksi
- Kegiatan bersih-bersih bersama untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan
- Kegiatan sosial yang melatih empati dan kepedulian terhadap sesama
- Pembiasaan merapikan barang pribadi sebagai bentuk tanggung jawab diri
Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, nilai-nilai kebaikan tidak hanya dipahami, tetapi juga dipraktikkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Menumbuhkan Karakter melalui Pembiasaan
Pembelajaran yang diterapkan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter. Siswa diarahkan untuk tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, peduli terhadap lingkungan, serta mampu bekerja sama dengan orang lain.Sejalan dengan perenungan Master Cheng Yen, “Karakter yang baik terbentuk dari kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari.” Melalui pembiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, nilai-nilai tersebut akan tertanam dan menjadi bagian dari diri siswa.
Penutup
Kegiatan baris-berbaris dan kebiasaan menyimpan botol dengan rapi merupakan contoh sederhana dari penerapan Budaya Humanis di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang. Di balik kesederhanaannya, tersimpan nilai-nilai penting yang membentuk sikap disiplin, kerapian, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dari langkah kecil yang dilakukan setiap hari, tumbuh kebiasaan baik yang akan menjadi bekal berharga bagi siswa dalam kehidupan mereka ke depan.