Celengan Bambu Menjadi Jembatan Kepedulian bagi Lansia

Sebagai bagian dari praktik pembelajaran Budaya Humanis (人文课), siswa kelas 9A dan 9B SMP Cinta Kasih Tzu Chi melaksanakan kegiatan sosial yang bertujuan menumbuhkan rasa empati, kepedulian, serta semangat berbagi kepada sesama. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang mengajak siswa untuk tidak hanya memahami nilai-nilai kemanusiaan secara teori di dalam kelas, tetapi juga mempraktikkannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan diawali dengan pengumpulan dana dari celengan bambu yang dimiliki masing-masing siswa di rumah. Celengan bambu merupakan salah satu sarana yang digunakan untuk melatih kebiasaan berbagi dan menyisihkan sebagian rezeki secara rutin. Dana yang berhasil terkumpul kemudian dikelola dan digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan yang diperlukan oleh para lansia di panti jompo.

Pada awalnya, para siswa merencanakan kegiatan kunjungan yang disertai dengan berbagai aktivitas untuk menghibur para lansia secara langsung. Namun, karena adanya keterbatasan waktu dan penyesuaian jadwal kegiatan sekolah, rencana tersebut dialihkan menjadi aksi penggalangan dana dan pemberian bantuan berupa barang-barang kebutuhan sehari-hari. Setelah dana terkumpul, perwakilan siswa bersama Guru Budaya Humanis melakukan pembelian barang-barang yang disesuaikan dengan kebutuhan penghuni panti.

Bantuan tersebut kemudian diserahkan melalui perwakilan Panti Jompo Netizen Cinta Singkawang (NCS) pada Mei 2026. Meskipun sederhana, bantuan yang diberikan merupakan wujud perhatian dan kasih sayang para siswa kepada para lansia yang membutuhkan dukungan dan perhatian dari masyarakat.

Daneel, siswa kelas 9B, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman yang berharga baginya. Menurutnya, melalui kegiatan tersebut ia belajar bahwa berbagi tidak harus menunggu memiliki banyak. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan dapat membawa manfaat dan kebahagiaan bagi orang lain. Ia juga mengajak teman-temannya untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan peduli terhadap sesama.

Kegiatan ini memberikan manfaat bagi para lansia karena mereka merasa diperhatikan dan mendapatkan bantuan yang dapat meringankan kebutuhan sehari-hari. Di sisi lain, para siswa memperoleh pengalaman berharga yang memperkuat nilai cinta kasih, rasa syukur, tanggung jawab sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Melalui pembelajaran Budaya Humanis, siswa diajak untuk memahami bahwa kebaikan yang diwujudkan dalam tindakan nyata akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Add your thoughts

Your email address will not be published. Required fields are marked *