Singkawang, 8 Agustus 2026 – Dalam upaya meningkatkan kualitas perencanaan dan pengelolaan pendidikan, SMA Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang ini mengangkat topik Perencanaan Berbasis Data (PBD) sebagai salah satu dasar dalam memahami kondisi sekolah dan menentukan langkah perbaikan yang tepat.
Kegiatan pelatihan ini menghadirkan Ibu Depi Susanti, S.Pd. dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat yang juga berperan sebagai Pengawas Satuan Pendidikan di Kota Singkawang dan sekitarnya. Sebanyak 14 guru dan staf unit SMA Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat memahami data secara lebih optimal sebagai landasan dalam menyusun perencanaan, menentukan prioritas, serta mendukung peningkatan mutu pembelajaran dan pengelolaan sekolah.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Miss Rizki Perdana Putri, S.Si. selaku PIC kegiatan, dan dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ma’am Vini Sunadi, S.Pd. selaku Kepala SMA Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa perencanaan yang tepat dan berbasis pada kondisi nyata sekolah menjadi salah satu landasan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
Memahami Perencanaan Berbasis Data

Ibu Depi Susanti, S.Pd. menyampaikan pengantar tentang Perencanaan Berbasis Data (PBD)
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pengantar mengenai Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang disampaikan oleh Ibu Depi Susanti, S.Pd. Peserta diajak memahami bahwa data bukan sekadar kumpulan angka atau informasi, melainkan dapat menjadi dasar untuk melihat kondisi satuan pendidikan secara lebih objektif dan menentukan langkah perbaikan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Dalam sesi ini, narasumber memperkenalkan panduan sederhana yang dapat digunakan dalam melakukan Perencanaan Berbasis Data, yaitu Identifikasi, Refleksi, dan Benahi. Ketiga tahap tersebut menjadi alur yang membantu sekolah bergerak dari pemahaman terhadap kondisi berdasarkan data menuju penyusunan langkah perbaikan yang lebih konkret.
Tahap Identifikasi dilakukan dengan melihat dan menentukan indikator atau aspek yang perlu mendapatkan perhatian berdasarkan data yang tersedia. Selanjutnya, pada tahap Refleksi, sekolah berupaya memahami kondisi tersebut secara lebih mendalam dengan mencari akar masalah serta faktor-faktor yang mungkin mempengaruhinya. Setelah permasalahan dan akar penyebabnya dipahami, tahap Benahi dilakukan dengan menentukan langkah atau program perbaikan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Dengan alur tersebut, PBD tidak berhenti pada membaca hasil Rapor Pendidikan, tetapi menjadi proses yang mendorong sekolah untuk memahami kondisi, merefleksikan permasalahan, dan mengambil langkah perbaikan yang nyata.
Menganalisis Rapor Pendidikan dan Menemukan Akar Masalah

Seluruh peserta menyimak penjelasan alur Identifikasi–Refleksi–Benahi dari Narasumber
Salah satu bagian utama kegiatan IHT adalah analisis indikator Laporan Rapor Pendidikan dan identifikasi akar masalah. Pada sesi ini, para guru dan staf dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok mendapatkan indikator yang berbeda untuk dianalisis secara lebih mendalam.
Dengan menggunakan alur Identifikasi–Refleksi–Benahi, peserta mulai mengkaji indikator yang menjadi fokus kelompok masing-masing. Pada tahap identifikasi, peserta mencermati data dan menentukan aspek yang perlu mendapatkan perhatian. Selanjutnya, peserta melakukan refleksi dengan mendiskusikan kemungkinan akar masalah yang melatarbelakangi kondisi tersebut.
Diskusi kelompok berlangsung secara kolaboratif. Para peserta saling bertukar pandangan berdasarkan pengalaman dan kondisi yang mereka temui dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan sehari-hari. Proses ini mendorong peserta untuk tidak hanya melihat hasil atau skor pada Rapor Pendidikan, tetapi juga bertanya mengapa kondisi tersebut terjadi dan faktor apa saja yang dapat mempengaruhinya.
Setelah akar masalah berhasil diidentifikasi, peserta memasuki tahap Benahi, yaitu merumuskan langkah dan program yang dapat dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut. Setiap kelompok kemudian menyusun alternatif program yang dinilai relevan, realistis, dan sesuai dengan kebutuhan sekolah berdasarkan hasil analisis mereka.
Dari Hasil Analisis Menjadi Program

Masing-masing kelompok menyampaikan hasil analisis dan rancangan programnya
Setelah menyelesaikan proses analisis, masing-masing kelompok menyampaikan hasil analisis dan rancangan program kepada seluruh peserta. Sesi presentasi menjadi kesempatan bagi setiap kelompok untuk berbagi hasil pemikiran sekaligus memperoleh masukan dari kelompok lainnya.
Melalui tahapan tersebut, peserta tidak hanya belajar membaca dan memahami data, tetapi juga menghubungkan data dengan kondisi nyata di sekolah serta menerjemahkannya menjadi langkah yang lebih konkret. Proses ini menunjukkan bagaimana prinsip Identifikasi, Refleksi, dan Benahi dapat membantu sekolah mengubah data menjadi dasar untuk menyusun program yang lebih terarah.
Dengan demikian, kegiatan IHT tidak hanya memberikan pemahaman konseptual mengenai Perencanaan Berbasis Data, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam menerapkan proses tersebut melalui analisis Rapor Pendidikan dan penyusunan program.
Penutup
Kegiatan IHT kemudian ditutup dengan refleksi dan penegasan kembali mengenai pentingnya pemanfaatan data dalam perencanaan sekolah. Bagi SMA Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang, kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk terus membangun budaya kerja yang reflektif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu.
Melalui semangat “Dari Data Menuju Aksi”, SMA Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang berkomitmen untuk menjadikan data sebagai bagian penting dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan. Dengan mengawali proses melalui Identifikasi, mendalami kondisi melalui Refleksi, dan menentukan langkah perbaikan melalui Benahi, setiap program yang dirancang diharapkan dapat semakin tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi perkembangan sekolah serta seluruh warga sekolah.