Pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran di sekolah. Selain pengetahuan akademik, siswa perlu dibekali dengan nilai-nilai kebajikan agar mampu tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, peduli, dan bertanggung jawab. Salah satu sarana pendidikan karakter yang diterapkan di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi adalah penggunaan kata perenungan Master Cheng Yen.

Kata perenungan Master Cheng Yen adalah ungkapan atau kutipan nasihat yang disampaikan oleh Master Cheng Yen, pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi. Kata perenungan ini mengandung nilai kebajikan, kebijaksanaan, serta ajaran kehidupan yang bertujuan untuk dijadikan bahan perenungan atau refleksi diri dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kata perenungan, siswa diajak untuk memahami makna kebaikan dan mempraktikkannya secara nyata.
Di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi, kata perenungan digunakan secara rutin sebagai media pembelajaran. Setiap pagi, sebelum kegiatan belajar dimulai, siswa bersama-sama membaca kata perenungan sebagai bagian dari rutinitas harian. Setelah membaca, siswa secara bergiliran berbagi pendapat dan pengalaman di depan kelas mengenai praktik nyata yang pernah mereka lakukan sesuai dengan isi kata perenungan tersebut. Kegiatan ini melatih keberanian, kemampuan berbicara, serta kejujuran siswa dalam merefleksikan pengalaman hidupnya.
Umumnya, satu kata perenungan digunakan secara berulang selama satu bulan penuh. Pada bulan berikutnya, sekolah memperkenalkan kata perenungan yang baru. Pola ini bertujuan agar siswa memiliki cukup waktu untuk memahami, menghayati, dan mempraktikkan nilai yang terkandung dalam kata perenungan tersebut. Dengan pengulangan yang konsisten, pesan kebaikan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga tertanam dalam sikap dan perilaku siswa.


Contoh kata perenungan Master Cheng Yen yang digunakan di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang.
Setelah kata perenungan dibacakan, guru memberikan penjelasan mengenai makna dan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, siswa diminta untuk melakukan sesi berbagi (sharing) berdasarkan pengalaman pribadi yang telah mereka praktikkan. Dengan cara ini, siswa tidak hanya mendengarkan nasihat, tetapi juga belajar dari contoh nyata yang disampaikan oleh teman-temannya. Setiap pagi, siswa mengawali hari dengan mendengarkan dan menyimak kata perenungan, sehingga hari-hari mereka selalu diawali dengan nilai-nilai kebaikan.

Pembiasaan ini secara perlahan membentuk kebiasaan positif pada diri siswa. Mengawali hari dengan perenungan dan refleksi membantu siswa membangun karakter yang baik, seperti kejujuran, kepedulian, disiplin, dan rasa syukur. Lingkungan sekolah pun menjadi suasana yang sarat dengan nilai kebajikan.
Selain digunakan dalam kegiatan pagi, kata perenungan juga dipajang dan ditempel di berbagai sudut sekolah, seperti dinding kelas dan lorong sekolah. Keberadaan kata perenungan di lingkungan fisik sekolah membantu siswa mengenal lebih banyak kata perenungan dan mengingat pesan kebaikan tersebut dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

Kata perenungan Master Cheng Yen juga sering dijadikan sebagai tema maupun bagian dari berbagai kegiatan sekolah. Misalnya, dalam lomba menggambar komik bertema kata perenungan, lomba menghafal kata perenungan, hingga lomba menyusun kata perenungan. Kegiatan-kegiatan ini dikemas secara kreatif dan menyenangkan sehingga siswa dapat memahami nilai kebajikan dengan cara yang lebih menarik dan sesuai dengan dunia anak.
Dalam pelaksanaannya, sekolah memiliki panduan khusus untuk membaca kata perenungan pagi. Wali kelas menampilkan kata perenungan melalui media presentasi di kelas, disertai dengan pemutaran audio agar siswa dapat mengikuti pelafalan dengan baik. Setiap siswa juga menyiapkan satu buku perenungan pagi yang sederhana, berisi catatan atau tempelan kata perenungan yang dibaca setiap hari. Pada akhir sesi, satu atau dua siswa diberi kesempatan untuk maju dan berbagi pemahaman serta pengalaman terkait kata perenungan tersebut.


Contoh lain kata perenungan Master Cheng Yen yang digunakan di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang.
Kata perenungan tidak hanya digunakan sebagai kegiatan rutin pagi hari, tetapi juga kerap dijadikan sebagai kalimat pembuka maupun penutup dalam berbagai kegiatan sekolah. Selain itu, kata perenungan sering digunakan dalam pembelajaran di kelas, terutama dalam pembelajaran budaya humanis. Dengan demikian, nilai-nilai kebajikan terus dihadirkan dalam setiap aspek kehidupan sekolah.
Seringnya penggunaan kata perenungan, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun kegiatan sekolah lainnya, sangat membantu siswa mengenal lebih banyak nilai kebajikan dan membiasakan diri untuk mempraktikkannya. Lingkungan sekolah yang dipenuhi suasana kebajikan mendorong siswa untuk lebih sering berpikir ke arah yang baik. Melalui proses pembiasaan yang berkelanjutan inilah, karakter baik siswa dapat terbentuk secara perlahan namun konsisten.