Earth Day – Gerakan Pelestarian Lingkungan

Dalam rangka memperingati Hari Bumi (Earth Day) yang jatuh pada 22 April 2026, Divisi Budaya Humanis Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang melaksanakan Gerakan Pelestarian Lingkungan. Kegiatan ini juga memanfaatkan momentum Hari Raya Imlek yang telah berlalu serta Hari Raya Idul Fitri yang akan datang, dengan mengajak anak-anak untuk berpartisipasi dalam pengumpulan dan pemilahan tiga jenis barang daur ulang.

Adapun jenis barang yang dikumpulkan meliputi kertas, botol plastik, dan kaleng. Seluruh barang tersebut dibawa ke sekolah sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Siswa-siswi KB/TK berpartisipasi dalam kegiatan pengumpulan barang daur ulang

Pada hari Rabu, 1 April 2026, kegiatan Gerakan Pelestarian Lingkungan (GPL) diawali oleh unit TK. Anak-anak terlihat antusias membawa botol plastik dan kaleng yang telah dibersihkan dari rumah masing-masing. Pada hari berikutnya, kegiatan dilanjutkan oleh unit SD hingga SMA dengan semangat yang sama.Tidak hanya itu, selain mengajak anak-anak untuk mengumpulkan sampah daur ulang, kami juga mengajak mereka untuk mengikuti kegiatan lanjutan sebagai wujud kepedulian terhadap bumi.

Mewarnai botol plastik bekas sebagai pengganti pot bunga

Tidak hanya sebatas pengumpulan sampah daur ulang, anak-anak juga diajak untuk mengikuti kegiatan lanjutan sebagai wujud nyata kepedulian terhadap bumi. Pada hari Sabtu, bertepatan dengan kegiatan Ai De Xi Wang, siswa mendapatkan pemaparan materi mengenai pentingnya menjaga lingkungan, salah satunya melalui kegiatan penanaman.

Pelaksanaan kegiatan ini didampingi oleh dua PIC Ai De Xi Wang, yaitu Miss Winawati, S.Pd. selaku PIC kelas besar dan Miss Donna Rice Sinaga, S.Pd. selaku PIC kelas kecil. Melalui bimbingan yang diberikan, anak-anak belajar bahwa barang yang tampak tidak berguna sesungguhnya masih memiliki nilai guna apabila dikelola dengan kreativitas dan kepedulian.

Pengalaman ini tidak hanya melatih keterampilan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran sejak dini untuk lebih bijak dalam mengelola sampah serta menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan nilai kebersamaan, kemandirian, dan tanggung jawab. Anak-anak diajak untuk bekerja sama, menyelesaikan tugas secara mandiri, serta bertanggung jawab terhadap hasil yang mereka capai. Nilai-nilai ini diharapkan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Kelompok harmonis dalam kegiatan Ai De Xi Wang

Berbeda dengan unit SD yang melaksanakan kegiatan penanaman, siswa unit SMP dan SMA diajak untuk melakukan pemilahan sampah melalui kegiatan kerelawanan Tzu Shao. Melalui kegiatan ini, para siswa berperan lebih aktif dalam menjaga lingkungan sekaligus menumbuhkan jiwa kepedulian sosial.

Penjelasan singkat terkait pemilahan sampah dan tata caranya

Kegiatan ini dipimpin oleh Miss Ressa Anggraini, S.Pd. selaku PIC kegiatan. Para siswa dibekali pemahaman mengenai tata cara pemilahan sampah secara tepat, mulai dari mengenali jenis-jenis botol berdasarkan golongan warna, memisahkan label dan tutup botol, hingga teknik memilah kaleng minuman.

Di antara para siswa, terdapat beberapa yang sebelumnya telah mengikuti kegiatan pelestarian lingkungan bersama kantor penghubung yayasan. Namun, tidak sedikit pula yang baru pertama kali berpartisipasi. Meskipun demikian, seluruh siswa menunjukkan antusiasme dan semangat dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan.

Kegiatan pemilahan botol plastik
Kegiatan pemilahan kaleng minuman

Dalam waktu yang relatif singkat, mereka mampu menyelesaikan proses pemilahan sampah dengan baik, kemudian mengemasnya kembali secara rapi sesuai kategori yang telah ditentukan.

Sejalan dengan kata perenungan Master Cheng Yen, “Mengubah sampah menjadi emas, mengubah emas menjadi cinta kasih,” kegiatan ini diharapkan tidak hanya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga membangun nilai kasih sayang serta kepedulian sosial dalam diri setiap siswa. Anak-anak diajak untuk memahami bahwa setiap benda memiliki nilai guna apabila dimanfaatkan dengan baik. Bahkan, sesuatu yang selama ini dianggap sebagai sampah pun dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang.

Adapun dana yang diperoleh dari hasil pemilahan ini akan digunakan untuk kegiatan amal, sehingga setiap usaha dan kerja keras yang dilakukan oleh anak-anak dapat memberikan makna serta manfaat bagi sesama.

Add your thoughts

Your email address will not be published. Required fields are marked *