MPLS RAMAH  : “Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah” di SMP Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang

Singkawang, 13–16 Juli 2026 – SMP Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau Welcoming Days bagi murid baru Tahun Ajaran 2026/2027. Mengusung tema “Hari Baru, Aman, dan Nyaman di Sekolah”, kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para murid untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun semangat belajar, serta mempersiapkan diri memasuki jenjang pendidikan yang baru.

MPLS Ramah dirancang untuk membantu murid baru mengenal lingkungan, budaya, program, serta tata tertib sekolah secara menyenangkan dan bermakna. Melalui berbagai kegiatan edukatif dan interaktif, murid dibimbing untuk mengembangkan sikap disiplin, tanggung jawab, kepedulian, kerja sama, dan saling menghormati sebagai bekal dalam menjalani kehidupan di sekolah.

Kegiatan diawali dengan penyambutan murid baru dan penyematan tanda pengenal sebagai simbol dimulainya perjalanan mereka sebagai bagian dari keluarga besar SMP Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang. Murid kemudian diperkenalkan dengan visi dan misi sekolah, berbagai program pembelajaran, serta nilai-nilai Budaya Humanis Tzu Chi yang berlandaskan rasa syukur (感恩), saling menghormati (尊重), dan cinta kasih (爱).

Interaksi siswa dan kepala sekolah dalam sesi pemaparan visi misi
Sesi pengenalan budaya humanis oleh guru budaya humanis

Melalui kebersamaan, refleksi, dan pengalaman belajar yang menyenangkan, murid diajak memahami bahwa sekolah bukan hanya tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk mengenal diri, membangun karakter, mengembangkan potensi, dan belajar memberikan manfaat bagi sesama.

Dalam pelaksanaan Welcoming Days, pengurus OSIS turut berperan sebagai mentor bagi adik-adik kelasnya. Kehadiran mereka membantu murid baru merasa lebih diterima, nyaman, dan tidak canggung saat memasuki lingkungan sekolah yang baru.

Peran OSIS terlihat terutama dalam kegiatan school tour. Para pengurus OSIS mendampingi murid baru berkeliling sekolah, memperkenalkan berbagai ruangan dan fasilitas, sekaligus menjelaskan kebiasaan serta budaya yang diterapkan di SMP Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang. Mereka mengenalkan cara memberi salam, menjaga kebersihan dan kerapian, menghormati guru dan sesama, menggunakan fasilitas dengan penuh tanggung jawab, serta membangun interaksi yang dilandasi rasa syukur, saling menghormati, dan cinta kasih.

Melalui pendampingan ini, OSIS tidak hanya menjadi penunjuk arah, tetapi juga menjadi teladan yang menunjukkan bahwa budaya sekolah diwariskan melalui tindakan nyata. Keterlibatan para siswa senior tersebut sekaligus melatih jiwa kepemimpinan, kepedulian, dan tanggung jawab mereka dalam menyambut serta membimbing anggota baru keluarga besar SMP Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang.

Siswa baru dengan antusias mendengarkan penjelasan school tour dari pengurus OSIS

Pada hari berikutnya, murid memperoleh berbagai pembekalan yang berkaitan dengan kehidupan remaja dan lingkungan sekolah yang aman. Kegiatan diawali dengan silent sitting untuk melatih ketenangan dan kesadaran diri, kemudian dilanjutkan dengan edukasi etika bermedia sosial, pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif atau NAPZA, pendidikan anti-perundungan, serta pengenalan kegiatan ekstrakurikuler.

Melalui edukasi etika bermedia sosial, murid diingatkan untuk menggunakan teknologi secara bijaksana, menjaga tutur kata dalam ruang digital, menghormati privasi orang lain, serta mempertimbangkan dampak dari setiap unggahan dan komentar yang disampaikan. Pendidikan anti-perundungan juga diberikan agar murid mampu membangun pergaulan yang saling menghargai, berani meminta bantuan, dan tidak membiarkan tindakan yang dapat menyakiti orang lain. 

Penyuluhan pencegahan penyalahgunaan NAPZA bersama Badan Narkotika Nasional.

Suasana penuh semangat mewarnai sesi edukasi pencegahan NAPZA. Murid baru tampak antusias menyimak materi, aktif berinteraksi, serta menunjukkan komitmen untuk menjadi generasi yang sehat, bertanggung jawab, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Pengenalan kegiatan ekstrakurikuler juga memberikan kesempatan kepada murid untuk mulai mengeksplorasi minat, bakat, dan potensi diri. Murid diharapkan dapat memilih kegiatan yang sesuai dengan ketertarikannya sekaligus belajar mengembangkan kedisiplinan, konsistensi, keberanian, dan kemampuan bekerja sama.

Memasuki hari ketiga, kegiatan diawali dengan senam pagi untuk membangun energi positif dan semangat kebersamaan. Suasana semakin meriah ketika murid mengikuti kegiatan outbound yang dirancang untuk melatih kekompakan, komunikasi, kepercayaan, kepemimpinan, dan sportivitas.

Siswa bermain bersama dalam team building activity

Dalam setiap permainan, murid belajar bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kemauan untuk mendengarkan, saling membantu, dan bergerak menuju tujuan yang sama. Perbedaan karakter dan kemampuan bukan menjadi penghalang, melainkan kekuatan yang dapat saling melengkapi.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi Student Curriculum Overview, pembuatan jurnal refleksi, serta sesi Master Bercerita. Melalui cerita inspiratif dan refleksi yang dilakukan, murid diajak memahami nilai kebajikan serta menerapkannya dalam tindakan sederhana di kehidupan sehari-hari.

Jurnal refleksi menjadi sarana bagi murid untuk mengungkapkan pengalaman, perasaan, hal-hal baru yang dipelajari, serta harapan mereka selama bersekolah. Kebiasaan melakukan refleksi diharapkan dapat membantu murid semakin mengenal diri, menyadari proses pertumbuhannya, dan belajar memperbaiki diri dari waktu ke waktu.

Pada hari terakhir, murid mengikuti survei karakter, sesi bersama wali kelas, pembuatan jurnal, foto formal, pemeriksaan kesehatan, dan kegiatan menghias kelas. Setiap rangkaian disusun untuk membantu murid mengenal dirinya, membangun hubungan positif dengan wali kelas dan teman-teman, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan belajarnya.

Seorang siswa melukis Sydney Opera House

Melalui kegiatan menghias kelas, murid belajar menyampaikan ide, berbagi tugas, menjaga kebersihan, serta menciptakan ruang belajar yang nyaman secara bersama-sama. Kelas tidak hanya dipandang sebagai ruangan untuk belajar, tetapi juga sebagai rumah kedua yang perlu dirawat dengan penuh tanggung jawab dan kepedulian.

Selama empat hari, Welcoming Days menjadi pengalaman awal yang berharga bagi murid baru. Mereka tidak hanya mengenal fasilitas dan program sekolah, tetapi juga mulai belajar hidup bersama dalam keberagaman, menumbuhkan rasa percaya diri, membangun pertemanan yang sehat, serta memahami nilai-nilai yang menjadi identitas SMP Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang.

Berakhirnya kegiatan MPLS bukanlah akhir dari proses pengenalan, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk terus belajar dan bertumbuh. Sekolah berharap seluruh murid baru dapat menjadi pribadi yang berkarakter, mandiri, berprestasi, peduli terhadap sesama, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi sekolah, masyarakat, dan bangsa.

Add your thoughts

Your email address will not be published. Required fields are marked *