Suasana halaman sekolah terasa begitu meriah dalam perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Anak-anak datang dengan wajah ceria, mengenakan seragam olahraga yang semakin semarak dengan hiasan merah putih di rambut maupun pipi. Hari itu, halaman sekolah berubah menjadi arena perlombaan yang penuh tawa, semangat, dan sorak-sorai persahabatan.
Beragam lomba menarik telah disiapkan untuk memeriahkan perayaan. Salah satunya adalah lomba menyusun cup. Dengan tangan-tangan kecil yang penuh konsentrasi, anak-anak berusaha menata gelas satu per satu agar tersusun dengan rapi. Meski terlihat sederhana, permainan ini membutuhkan ketelitian, koordinasi, dan kecepatan. Ada yang berhasil menyusun dengan lancar, ada pula yang harus mengulang ketika susunannya roboh. Namun, setiap kegagalan justru disambut tawa dan semangat untuk mencoba kembali.

Dengan penuh konsentrasi, seorang siswa mencoba menyusun gelas-gelas kertas
Keseruan semakin terasa saat lomba bakiak dimulai. Beberapa anak harus melangkah bersama di atas papan bakiak dengan menjaga ritme agar tetap seimbang. “Satu, dua, satu, dua!” menjadi irama yang membantu mereka menyelaraskan langkah. Tidak mudah memang, karena satu langkah yang tidak kompak dapat membuat seluruh anggota tim kehilangan keseimbangan. Namun justru di sinilah nilai kerja sama terasa begitu nyata.

Tiga siswa berjalan bersama menggunakan bakiak, menunjukkan kekompakan dan kerja sama dalam mengikuti perlombaan
Lomba makan kerupuk pun tidak kalah mengundang gelak tawa. Kerupuk yang digantung dengan tali menjadi tantangan bagi anak-anak yang harus berusaha menghabiskannya tanpa menggunakan tangan. Dengan wajah penuh konsentrasi dan sesekali diselingi tawa, mereka berusaha mendekati kerupuk yang bergoyang mengikuti gerakan angin. Pemandangan sederhana tersebut menjadi salah satu momen paling menggemaskan dalam perayaan.

Siswa dengan penuh semangat berusaha menghabiskan kerupuk yang digantung
Setiap anak mendapatkan pengalaman berharga karena telah berani tampil, mencoba, dan memberikan yang terbaik. Ada yang berhasil menjadi pemenang dan menerima medali dengan bangga. Sebuah medali bertuliskan “JUARA” menjadi simbol kecil dari perjuangan seorang siswa. Di balik medali tersebut terdapat proses belajar yang jauh lebih besar: keberanian untuk berkompetisi, menerima hasil dengan lapang dada, serta menghargai usaha diri sendiri dan orang lain. Hal ini juga disambut dengan sorakan dan tepuk tangan dari semua siswa, yang menjadi bukti bahwa kemenangan seorang teman dapat dirayakan sebagai kebahagiaan bersama.

Seorang siswa menunjukkan medali juara dengan bangga setelah mengikuti rangkaian perlombaan
Dari perlombaan sederhana, semangat Merah Putih pun tumbuh menjadi pengalaman berharga yang akan mereka kenang sebagai bagian dari masa kecil yang penuh keceriaan, kasih, dan kebersamaan. Hal inilah yang membuat perayaan 17-an di KB-TK Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang semakin istimewa.