Singkawang, 17 Juli 2026 – SMP Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang menyelenggarakan kegiatan Parents Curriculum Overview yang diikuti oleh orang tua siswa kelas VII, VIII, dan IX. Kegiatan ini menjadi ruang bagi sekolah dan orang tua untuk menyatukan pemahaman serta langkah dalam mendampingi proses belajar dan pertumbuhan karakter siswa.
Dalam kegiatan tersebut, sekolah memperkenalkan visi SMP Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang, yaitu terwujudnya peserta didik yang Tumbuh utuh, adaptif terhadap Zaman, Unggul dalam karakter dan akademik, penuh Cinta kasih, Humanis dalam sikap, serta Inspiratif dalam tindakan, yang dirangkum dalam semangat TZUCHI.
Visi tersebut menjadi arah bersama dalam setiap proses pendidikan di sekolah. Siswa tidak hanya didorong untuk mencapai prestasi akademik, tetapi juga dibimbing agar memiliki kepedulian, kemandirian, kebijaksanaan, rasa tanggung jawab, dan keberanian untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Dalam pelaksanaannya, pembelajaran di SMP Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang menggunakan kurikulum nasional sebagai dasar pencapaian kompetensi akademik. Kurikulum tersebut berjalan berdampingan dengan Kurikulum Budaya Humanis Tzu Chi yang menanamkan pendidikan karakter, keterampilan hidup, pembinaan jiwa, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Pembelajaran juga diperkaya dengan penggunaan bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Mandarin secara aktif di dalam kelas. Melalui lingkungan belajar multibahasa ini, siswa diharapkan semakin percaya diri dalam berkomunikasi, terbuka terhadap keberagaman, serta memiliki kesiapan untuk menghadapi perkembangan dunia yang semakin global.
Orang tua turut memperoleh informasi mengenai tujuan pembelajaran, program akademik dan nonakademik, sistem penilaian, kegiatan siswa, serta berbagai program unggulan sekolah. Seluruh program dirancang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap lingkungan. Proses pembelajaran diupayakan berlangsung secara aktif, menyenangkan, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Selain membahas program sekolah, kegiatan ini juga mengajak orang tua untuk memahami perkembangan psikologis remaja. Masa SMP merupakan fase ketika anak mulai mencari jati diri, mengalami perubahan emosi yang dinamis, memiliki kebutuhan yang lebih besar untuk diterima oleh teman sebaya, serta mulai menginginkan ruang untuk mengambil keputusan secara mandiri.
Pada tahap ini, remaja mungkin mulai lebih banyak bercerita kepada teman dibandingkan kepada orang tua. Mereka juga semakin dekat dengan penggunaan teknologi dan media sosial yang dapat memengaruhi cara berpikir, pergaulan, serta perkembangan emosinya. Oleh karena itu, remaja tetap membutuhkan kehadiran orang dewasa yang mampu mendengarkan, memberikan batasan secara bijaksana, dan mendampingi mereka tanpa terburu-buru menghakimi.
Sebagai bentuk kesinambungan pendidikan antara sekolah dan keluarga, orang tua diajak untuk terlibat dalam home program. Program ini mendorong keluarga untuk tetap meluangkan waktu berkualitas bersama anak melalui percakapan sederhana, kegiatan rumah tangga, refleksi, kebiasaan hidup mandiri, serta aktivitas yang menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab.
Pendampingan di rumah tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan yang besar. Menanyakan perasaan anak, mendengarkan ceritanya tanpa memotong, makan bersama, mengerjakan pekerjaan rumah secara bergotong royong, atau memberikan teladan dalam bertutur kata merupakan bagian penting dari proses pendidikan.
Semangat tersebut sejalan dengan Kata Perenungan Master Cheng Yen yang mengingatkan bahwa dalam mendidik anak, cinta kasih perlu disertai dengan kebijaksanaan dan keteladanan. Sekolah dan orang tua bukanlah dua pihak yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan mitra yang memiliki tujuan sama, yaitu membantu anak bertumbuh menjadi manusia yang baik dan bermanfaat.

Kegiatan ini juga menjadi wadah komunikasi terbuka antara sekolah dan orang tua. Melalui sesi diskusi dan tanya jawab bersama wali kelas, orang tua dapat memperoleh penjelasan mengenai proses pembelajaran, perkembangan siswa, sistem komunikasi dengan guru, penggunaan perangkat digital, program kelas, serta berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan sepanjang tahun ajaran.
“Melalui kegiatan ini, saya menjadi lebih memahami arah pembelajaran dan berbagai program sekolah. Penjelasan yang diberikan sangat membantu kami sebagai orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah. Saya berharap komunikasi antara sekolah dan orang tua terus terjalin dengan baik demi perkembangan anak-anak,” ujar Ibu Yohana Bong, salah satu orang tua siswa kelas VII yang turut hadir.
Melalui Parents Curriculum Overview 2026, SMP Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang berharap terbangun sinergi yang semakin erat antara sekolah dan orang tua. Dengan dilandasi rasa syukur (感恩), saling menghormati (尊重), dan cinta kasih (爱)sekolah dan keluarga dapat berjalan dalam satu arah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang positif.