Mengenal Diri sebagai Tzu Shao

Singkawang, 26 September 2026 — Apa artinya menjadi seorang Tzu Shao? Pertanyaan ini menjadi bagian dari pembelajaran siswa SMP Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang dalam kegiatan Tzu Shao pertama tahun ajaran 2026/2027 dengan tema “Mengenal Diri sebagai Tzu Shao”. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi siswa untuk mengenal identitas Tzu Shao dan memahami penerapan nilai-nilai budaya humanis dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan diawali dengan pendaftaran siswa, dilanjutkan dengan persiapan dan latihan baris bersama mentor. Dengan tertib, siswa mengikuti arahan, dan menata barisan, serta memastikan kesiapan sebelum kegiatan dimulai. Momen kegiatan sederhana ini mereka belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kekompakan, serta pentingnya mendengarkan dan menghargai orang lain. 

Adapun tujuan kegiatan Tzu Shao 1 ini Adalah:

  1. Mengenalkan makna dan identitas Tzu Shao sebagai generasi muda yang belajar menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. 
  2. Memperkenalkan budaya humanis, khususnya dalam berjalan dan berbaris dengan tertib, rapi, disiplin, dan kompak. 
  3. Menumbuhkan sikap disiplin dan tanggung jawab melalui kegiatan berjalan dan berbaris. 
  4. Melatih kekompakan dan kebersamaan dengan memperhatikan gerakan serta posisi diri dan teman dalam barisan. 
  5. Menanamkan sikap saling menghargai dan peduli terhadap sesama sebagai bagian dari penerapan budaya humanis. 

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Irene Shigu mengenai makna Tzu Shao dan filosofi logonya. Melalui sesi ini, siswa diajak memahami bahwa menjadi Tzu Shao bukan sekadar mengenal nama dan simbol, tetapi juga menerapkan nilai-nilai kebaikan melalui sikap disiplin, ketertiban, kepedulian, dan penghargaan terhadap sesama.

Penyampaian materi berlangsung dengan penuh perhatian dan antusias. Siswa diberikan pemahaman bahwa menjadi Tzu Shao bukan hanya mengenal nama dan logonya, tetapi juga belajar menerapkan nilai-nilai tersebut melalui tindakan nyata, seperti disiplin, tertib, menghargai sesama, dan menjaga kekompakan.

Irene Shigu mengenalkan arti dan makna dari kegiatan Tzu Shao.

   Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan dasar-dasar baris-berbaris, mulai dari sikap dan gerakan dasar, menjaga kerapian serta jarak, hingga memperhatikan aba-aba.

Angel Shigu memberikan simulasi berbaris sesuai budaya humanis Tzu Chi.

Siswa kemudian mempraktikkan langsung cara berjalan dan berbaris dengan didampingi shigu shibo sebagai mentor. Melalui contoh dan arahan yang diberikan, siswa belajar mengatur langkah, menjaga posisi dalam barisan, serta bergerak bersama dengan tertib dan kompak.

Selama latihan, shigu shibo turut memberikan arahan dan motivasi agar siswa berani mencoba serta memperbaiki gerakan bersama. Melalui praktik ini, nilai-nilai budaya humanis tidak hanya dipelajari secara teori, tetapi juga diterapkan melalui kedisiplinan, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai.

Siswa mengikuti praktik baris-berbaris dengan tertib dan penuh semangat bersama mentor.

Siswa bersama mentor mengikuti latihan dengan penuh semangat, melangkah serempak mengikuti aba-aba, dan saling menjaga kekompakan dalam barisan. Melalui latihan ini, siswa memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan kedisiplinan, kerja sama, dan kebersamaan sebagai bagian dari budaya humanis Tzu Chi.

Secara keseluruhan, Tzu Shao 1 menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal dan mempraktikkan nilai-nilai budaya humanis dalam kehidupan sehari-hari. Melalui setiap kegiatan, siswa diajak untuk belajar menghormati orang lain, bertanggung jawab, bekerja sama, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Diharapkan, nilai-nilai tersebut tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga tumbuh dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, sehingga siswa dapat menjadi pribadi yang membawa manfaat dan menyebarkan cinta kasih di mana pun mereka berada.

Add your thoughts

Your email address will not be published. Required fields are marked *