Bahasa merupakan keterampilan dasar yang sangat penting untuk dikuasai anak sejak usia dini. Kemampuan berbahasa yang baik tidak hanya mendukung anak dalam berkomunikasi, tetapi juga menjadi fondasi bagi perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Oleh karena itu, sekolah berusaha menghadirkan berbagai kegiatan yang mampu mendukung perkembangan bahasa anak secara menyenangkan. Salah satunya adalah kegiatan mendongeng.
Kegiatan mendongeng menjadi salah satu momen yang penuh kehangatan di kelas KB/TK Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang. Saat cerita dibacakan oleh guru, suasana kelas seakan berubah menjadi dunia imajinasi yang penuh warna. Anak-anak duduk rapi, mendengarkan dengan seksama, sambil menantikan kelanjutan dari cerita yang dibawakan. Bagi mereka, dongeng bukan hanya hiburan, tetapi juga pengalaman belajar yang menyenangkan.
Melalui kegiatan mendongeng, anak-anak dapat mengembangkan kemampuan berbahasa dengan cara yang alami. Saat guru bercerita, anak anak diajak untuk mendengarkan dengan penuh perhatian, menebak jalan cerita, hingga menirukan kosakata baru yang mereka dengar. Setiap kata dan kalimat yang masuk ke telinga mereka menjadi tambahan perbendaharaan kata yang akan berguna dalam percakapan sehari-hari. Dengan cara ini, kemampuan berbahasa anak dapat berkembang lebih cepat, karena mereka belajar melalui sesuatu yang dekat dengan dunia mereka.
Selain memperkaya kosakata, mendongeng juga melatih kemampuan menyimak. Anak-anak belajar fokus, berusaha memahami isi cerita, dan mencoba menangkap pesan yang terkandung di dalamnya. Latihan ini penting karena keterampilan menyimak menjadi dasar dari kemampuan komunikasi. Dengan terbiasa mendengarkan cerita, anak pun belajar menjadi pendengar yang baik, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
Mendongeng juga memberikan kesempatan bagi anak untuk melatih daya imajinasi. Misalnya, saat guru membacakan cerita berjudul “Apa Cita citamu?”, anak-anak diajak membayangkan berbagai profesi yang ada, mulai dari dokter, guru, koki, hingga pemadam kebakaran. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga membayangkan bagaimana jika suatu hari mereka menjadi salah satu tokoh dalam cerita tersebut. Dari sini, imajinasi anak berkembang, sekaligus menumbuhkan semangat untuk bercita-cita dan berpikir kreatif tentang masa depan. Tidak jarang, setelah kegiatan mendongeng selesai, anak-anak terdorong untuk bercerita kembali dengan kata-kata mereka sendiri. Ada yang mencoba mengulang cerita sesuai versi guru, ada pula yang menambahkan imajinasi baru sesuai dengan ide mereka sendiri. Kegiatan sederhana ini menjadi wadah yang sangat baik untuk melatih keberanian berbicara di depan teman, mengungkapkan pikiran, dan membangun rasa percaya diri.

Lebih jauh, mendongeng juga menjadi sarana penanaman nilai-nilai positif. Banyak cerita yang mengajarkan anak tentang kejujuran, keberanian, kepedulian, hingga pentingnya berbagi dengan sesama. Nilai-nilai ini secara perlahan masuk ke dalam diri anak, tanpa terasa mengajarkan mereka bagaimana bersikap baik dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana mendongeng di kelas selalu penuh semangat. Ada anak yang tertawa saat mendengar bagian lucu, ada yang terlihat penasaran dan serius mendengarkan, bahkan ada yang berani mengajukan pertanyaan tentang cerita. Respon-respon spontan ini menunjukkan bahwa anak-anak benar benar terlibat aktif dalam proses belajar. Bagi guru, momen tersebut menjadi kesempatan emas untuk memperkuat interaksi sekaligus menilai sejauh mana perkembangan bahasa dan pemahaman anak.

Melalui rutinitas sederhana seperti mendongeng, sekolah berupaya menumbuhkan kecintaan anak terhadap bahasa sejak dini. Kebiasaan mendengarkan cerita diharapkan menjadi bekal penting untuk keterampilan literasi mereka di masa depan. Karena dari sebuah cerita, anak-anak belajar banyak hal: bagaimana menyimak, bagaimana mengungkapkan pikiran, hingga bagaimana memahami dunia di sekitarnya.
Dengan demikian, mendongeng bukan hanya kegiatan rutin di kelas, tetapi juga bagian dari proses pendidikan yang menyeluruh. Sekolah percaya bahwa setiap kata yang didengar, setiap cerita yang dibayangkan, dan setiap kalimat yang diucapkan anak akan menjadi fondasi kuat untuk tumbuh kembang mereka. Dari dongeng sederhana, terbuka peluang besar bagi anak-anak untuk mengenal dunia dengan cara yang menyenangkan dan penuh makna.
Kegiatan mendongeng yang rutin dilakukan di kelas KB/TK Cinta Kasih Tzu Chi Singkawang tidak hanya menghadirkan keceriaan, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi perkembangan anak. Dari cerita-cerita sederhana, mereka belajar mengenal bahasa, memperkaya kosakata, mengasah imajinasi, hingga menumbuhkan nilai-nilai kehidupan. Dengan cara ini, sekolah terus berkomitmen mendampingi anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, kreatif, percaya diri, dan penuh kasih. Karena setiap cerita yang mereka dengar hari ini, akan menjadi bekal berharga untuk masa depan mereka nanti.